Innovative Finance Discussion: WASH Accessibility in East Java

Peningkatan akses dan fasilitas kebersihan sangatlah penting bagi masa depan generasi muda. Oleh karena itu, SDGs Center Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi bersama UNICEF menginisiasi program Innovative Finance Discussion Series: Pembiayaan Kesenjangan Pendanaan Air, Sanitasi, dan Kebersihan (WASH) di Jawa Timur pada Kamis, 29 Agustus 2024 di ASEEC Tower, Sriwijaya Hall, LLt. 5 - Kampus B UNAIR yang dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan ini berbentuk Forum Group Discussion (FGD) yang dihadiri oleh BAPPEDALITBANG Surabaya, BAPPEDA Jawa Timur, Direktoral Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur, Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, BAZNAS Surabaya, NGO Yayasan Gapai Papua, DP3AK Jawa Timur, UNICEF, hingga perwakilan berbagai fakultas di UNAIR. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini yaitu mengukur data SDGs khususnya pada SDG 6 bersama sektor pemerintah dan NGO.

Pengelolaan Air sebagai Penunjang Pertumbuhan Generasi Muda

Panel diskusi yang diikuti oleh 48 peserta ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi (Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D) yang menyampaikan perbandingan pengelolaan air di berbagai negara seperti India, Texas, Perancis, hingga Jepang. Sistem pengelolaan air dan sanitasi kesehatan yang baik sangat menunjang pertumbuhan dan perkembangan genarasi muda.

Perwakilan dari UNICEF (United Nations Children's Fund), Kannan Nadar selaku Chief of Water, Sanitation, and Hygiene juga membahas bagaimana UNICEF Indonesia berfokus pada hak anak, termasuk akses air minum dan sanitasi yang aman. Target UNICEF pada 2030 untuk melipatgandakan akses sanitasi dan air melalui dukungan dana sebesar USD 45 Miliar memerlukan pendanaan inovatif dan kerjasama antar lintas sektor.

BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Jawa Timur, yang diwakili oleh H. Moch Hamzah, S.T., M.M. juga turut serta mendukung melalui upaya 5 program utama BAZNAS di Surabaya, termasuk sanitasi melalui pembangunan jamban sehat. Zakat memainkan peran penting dalam membiayai proyek sanitasi. Hingga 2024, lebih dari 5.790 jamban sehat telah dibangun bagi berkembangnya fasilitas sanitasi bagi masyarakat dan generasi penerus bangsa.

Acara ditutup dengan sesi diskusi panel untuk menetapkan strategi keberlanjutan peningkatan akses air dan sanitasi di Jawa Timur. Pentingnya sanitasi menjadi pembahasan utama yang penting diusung berbagai pihak, termasuk pemerintah dan BAZNAS. Dinas Pendidikan Jawa Timur menyoroti bagaimana kebutuhan sanitasi di sekolah dan pesantren. Kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mengatasi pembiayaan masalah sanitasi di Indonesia sehingga diharapkan semua lini aspek dapat turut berkontribusi dan terlibat secara aktif.

Program yang mengangkat diskusi permasalahan akses air dan sanitasi ini menjadi seri pertama rangkaian kolaborasi bersama UNICEF. Kedepannya kolaborasi ini akan berfokus pada pembahasan permasalahan poin-poin SDGs yang bertujuan untuk mengukur data perkembangan target SDGs di Jawa Timur. Tentunya akan ada banyak topik diskusi menarik yang menanti kedepan.

Penulis: Aisyah Berliana S.

Editor: Nabila Izatul Muslimah