UNAIR Raih Peringkat Dunia pada SDG 1, Mendapatkan Pujian dari Pakar Internasional Phil Bathy

SDGs CENTER UNAIR – Universitas Airlangga (UNAIR) mencapai pencapaian luar biasa dengan menduduko peringkat pertama dunia pada Sustainable Development Goal (SDG) 1, yang fokus pada penghapusan kemiskinan. Penghargaan ini diumumkan oleh Times Higher Education (THE) pada acara Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2024 yang diadakan di Bangkok.

Phil Bathy, pakar internasional dalam kinerja dan strategi universitas serta editor di Times Higher Education (THE) World University Rankings, memberikan ucapan selamat kepada UNAIR atas prestasi gemilang ini. “Universitas Airlangga telah menunjukkan kemajuan luar biasa dalam upayanya mengatasi kemiskinan. Mereka tidak hanya memenuhi standar global etapi juga menetapkan tolak ukur baru dalam pendidikan terkait SDG 1,” ujarnya.

Pencapaian ini mencerminkan komitmen UNAIR dalam memerangi kemiskinan melalui berbagai program pengabdian masyarakat, penelitan, dan inisiatif pendidikan yang inklusif. Ketua SDGs Center UNAIR, Bayu Arie Fianto SE., MBA., Ph.D, menyatakan kebanggaannya atas pengakuan internasional ini. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Ini adalah bukti kerja keras dan dedikasi seluruh sivitas akademika UNAIR dalam mewujukan misi sosial untuk tujuan pembangunan berkelanjutan,” kata Bayu.

GSDC 2024
Global Sustainable Development Congress 2024
(Sumber foto: https://www.timeshighered-events.com/gsd-congress-2024)

GSDC 2024 merupakan acara yang diselenggarakan oleh Times Higher Education untuk mempertemukan para pemimpin dunia dari berbagai sektor untuk membahas pencapaian dan tantangan dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Prestasi UNAIR di perinkat teratas SDG 1 ini menempatkan Indonesia di peta global sebagai negara yang aktif berkontribusi terhadap solusi masalah kemiskinan melalui pendidikan tinggi.

Dengan penghargaan ini, UNAIR membuktikan peran pentingnya dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan dan terus berupaya meningkatkan kontribusi mereka terhadap penghapusan kemiskinan.