Sejak tahun 2016, Universitas Airlangga (UNAIR) telah membuktikan komitmennya sebagai kampus ramah disabilitas, membuka pintu bagi semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik. Komitmen ini tidak hanya tercermin dari kebijakan inklusif yang diterapkan, tetapi juga dalam upaya konkret untuk memastikan bahwa setiap mahasiswa dapat mengakses pendidikan dengan adil dan setara.
Drs. Koko Srimulyo, M.Si, salah satu pimpinan kampus, dengan tegas menyatakan bahwa UNAIR tidak akan pernah membedakan mahasiswa disabilitas dari mahasiswa lainnya. Pada proses seleksi mandiri, baik untuk program reguler maupun beasiswa Bidikmisi, UNAIR memberikan perhatian khusus dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Mereka yang memiliki disabilitas, misalnya penyandang disabilitas netra, difasilitasi dengan ruangan khusus, serta pendampingan yang intensif selama ujian. Bagi mahasiswa yang tidak dapat melihat, ada petugas yang secara sabar membacakan soal dan pilihan jawaban, memastikan bahwa mereka tetap dapat berpartisipasi tanpa halangan. Mahasiswa cukup menyebutkan jawaban yang dianggap benar, dan petugas akan menuliskannya di lembar jawaban.
Foto Tempat Parkir Difabel di ASEEC UNAIR
(Sumber: Airlangga Global Engagement)
