Surabaya, 25 Maret 2024 - Di tengah semakin meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan, Indonesia terus mengambil langkah-langkah yang progresif dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 12, yaitu "Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab". SDG 12 memilki tujuan untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan secara global, dengan fokus pada efisiensi sumber daya, pengurangan limbah, dan promosi praktik-produksi yang ramah lingkungan.
Dalam mencapai SDG 12, dibutuhkan berbagai pihak. Pemerintah Indonesia sendiri memiliki target dalam pengurangan sampah hingga 2025. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan bahwa Indonesia memiliki Target Indonesia Bersih Sampah 2025 melalui pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70%. Target ini bisa dicapai apabila saling berkomitmen dan berkolaborasi serta melakukan aksi dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, swasta, pelaku bisnis dan industri, serta masyarakat.
Untuk mencapai target ini, Indonesia pernah menyelenggarakan Kampanye "Indonesia Bebas Sampah 2020" dimana inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi jumlah plastik di Indonesia serta mempromosikan praktik-praktik pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Kampanye ini diluncurkan dengan harapan dapat menghasilkan perubahan besar dalam sikap dan perilaku masyarakat terkait dengan penggunaan plastik sekali pakai dan pemilahan sampah.
Mencapai SDG 12 bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan berbagai pihak termasuk universitas. Universitas Airlangga (UNAIR) telah menyelenggarakan berbagai program pendidikan dan penelitian yang berfokus pada praktik-produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Salah satu contoh nyata dari implementasi SDG 12 yang dilakukan oleh UNAIR yaitu dengan mendirikan Rumah Kompos UNAIR sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi limbah dan mendukung siklus ekonomi berkelanjutan.
Rumah kompos ini bertujuan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat untuk pemupukan tanaman di lingkungan kampus. Tidak hanya menjadi sarana untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan universitas yang lebih hijau dan berkelanjutan. Selain itu, Rumah Kompos UNAIR juga dirancang untuk mendorong partisipasi mahasiswa dalam memajukan karya inovatif terkait pengelolaan sampah. Mahasiswa tidak hanya dapat berkontribusi dalam operasional sehari-hari, namun juga didorong untuk melakukan penelitian dan kajian terkait inovasi pengelolaan sampah organik. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan solusi-solusi baru dan lebih efisien dalam pengelolaan sampah sampah baik di lingkungan kampus maupun luar kampus.
Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, maka menunjukkan komitmen, baik dari pemerintah universitas, maupun masyarakat, untuk mempercepat kemajuan dalam mencapai SDG 12 dan mewujudkan konsumsi dan produksi yang lebih bertanggung jawab demi kesejahteraan lingkungan dan masyarakat.
Referensi:
Ditulis oleh: Nabila Izatul Muslimah
